Laman

Minggu, 18 November 2012

Sistem Saraf Pada Manusia


SISTEM SARAF
Sistem saraf berfungi mengatur kerja alat tubuh. Sistem saraf terdiri atas sel saraf (neuron).

1. Bagian-bagian Sel Saraf (Neuron)
  • Sel saraf memiliki bagian-bagian sebagai berikut                                                                                   
        a. Akson (neurit): menghantarkan rangsang dari badan sel ke sel  saraf yang lain                  
        b. Badan sel: memiliki inti sel dan sitoplasma serta berfungsi  untuk mengendalikan kerja sel saraf

         c. Dendrit: menghantarkan rangsang dari luar ke sel saraf.                                                          
  • Sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lain dihubungkan melalu sinapsis
  • Urutan jalannya rangsang pada sel saraf: Dendrit -> badan sel saraf -> nukleus -> akson -> sinapsis


2. Macam-macam Sel Saraf

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibedakan menjadi:
a. Sel saraf sensorik: berfungsi menghantarkan impuls saraf (rangsang) dari indra ke otak atau sumsum tulang belakang

b. Sel saraf motorik: berfungsi menyampaikan impuls dari otak atau sumsum tulang belakang ke efektor, yaitu otot atau kelenjar tubuh

c. Sel saraf konektor: berfungsi menghubungkan sel saraf sensorik dengan sel saraf motorik di sumsum tulang belakang dan otak.

3. Susunan Sistem Saraf pada Manusia

a. Sistem saraf pusat
Sistem saraf pusat berfungsi sebagai pusat pengaturan dan pengendalian. Sistem saraf pusat terdiri atas:
1) Otak besar (serebrum)
    Otak besar merupakan pusat pengatur ingatan, kecerdasan, kesadaran, dan kemauan. Otak besar adalah sumber dari semua kegiatan atau gerakan yang  kita sadari. Di otak besar terrdapat pusat penglihatan, pendengaran, perkembangan kecerdasan dan daya ingat, serta gerakan otot.

2) Otak kecil (serebelum)
    Otak kecil berfungsi  mengoordinasi gerakan otot yang disadari serta pusat keimbangan dan posisi tubuh.

3) Otak tengah (mesensefalon)
    Bagian atas otak tengah merupakan pusat refleks mata. Di depan otak tengah terdapat talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi sebagai stasiun pemancar bagi rangsangan yang mencapai korteks dari bagian otak yang lain dan saraf spinal. Hipotalamus berfungsi sebagai pusat pengatur suhu tubuh, rasa lapar, dan keseimbangan cairan tubuh.

4) Sumsum lanjutan (medula oblongata)
    Sumsum lanjutan berfungsi menghantarkan rangsang yang datang dari sumsum tulang belakang ke otak.Sumsum lanjutan juga berfungsi sebagai pusat pengaturan pernapasan, denyut jantung, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, gerak pencernaan, sekresi kelenjar pencernaan, dan kegiatan tubuh lainnya yang tidak disadari (refleks menelan, muntah, batuk, atau bersin).

5) Sumsum tulang belakang (medula spinalis)
    Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan rangsang dari dan ke otak serta mengatur gerak refleks tubuh.

b. Sistem saraf tepi
    Sistem saraf tepi adalah sistem yang menyampaikan informasi ke dan dari pusat pengaturan. Sistem saraf tepi terdiri atas:

1) Saraf sadar (somatik)
    Saraf sadar terdiri atas 12 pasang saraf otak (saraf kranial) dan 31 pasang saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal)

2)Sistem saraf tak sadar (sistem saraf autonom)
   Sistem saraf tak sadar adalah sistem saraf yang mengatur organ tubuh yang bekerja di luar kesadaran, misalnya denyut jantung dan tekanan darah. Sistem saraf ini dapat dibedakan menjadi sistem saraf simpatetik dan sistem saraf parasimpatetik. Kerja sistem saraf simpatetik adalah kebalikan dari kerja sistem saraf parasimpatetik

4. Gerak Biasa dan Gerak Refleks

a. Gerak biasa atau gerak sadar
     Jalur rangsangan pada gerak sadar adalah:
     Rangsangan -> reseptor (indra) -> saraf sensorik -> saraf pusat (otak) -> motorik -> efektor (otot) ->  gerakan

b. Gerak refleks
     Jalur rangsangan pada gerak refleks adalah:
     Rangsangan -> reseptor (indra) -> saraf sensorik -> sumsum tulang belakang -> motorik -> efektor (otot) -> gerakan

5. Kelainan dan Penyakit pada Sistem Saraf

Kelainan dan penyakit yang dapat menyerang sistem saraf antara lain:
    a. Epilepsi: dicirikan dengan adanya serangan pada neuron motor atau neuron sensorik secara berulang—ulang. Akibatnya, otot rangka berkontraksi berulag-ulang tanpa disadari.

    b. Alzheimer: ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk mengingat peristiwa yang baru terjadi.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar